Anda pasti setiap hari berhadapan dengan data. Secara default data anda yang berupa file digital di tempatkan pada harddisk local komputer atau di file server. Proses setiap saat pada file adalah membuka file, edit, save, copy dan delete. Karena aktivitas ini dilakukan setiap saat maka akan timbul juga masalah jika anda sudah melakukan editing file dan save tetapi salah, atau tidak sengaja membuang file dengan delete. Dan yang lebih extrim lagi harddisk anda rusak! terus bagaimana? boleh cari saya untuk recovery data...tapi mahal ya... hitungannya perkilobyte
Untuk prevention karena masalah diatas mungkin menimpah kita maka kita harus siap dengan Data backup system. Dalam bahasan kali ini lebih kita titik beratkan pada keperluan office yang critical, bagi anda yang ingin mengimplementasikan di rumah tidak ada salahnya, hanya harus siap dengan dana yang cukup besar.
Berbagai technology backup sudah di release untuk keperluan prevention ini, saya membaginya dalam online backup dan offline backup.
ONLINE BACKUP
Online backup saya maksudkan adalah backup yang dilakukan secara realtime yang biasanya disebut Redundant System, yaitu melakukan penggandaan file atau membagi parity file ke beberapa harddisk. Online backup ini menggunakan technology RAID ( pada harddisk) dan Clustering (mengabungkan CPU, ). Tentunya dengan menggabungkan kedua technology ini adalah yang terbaik, hanya saja pada clustring system agak sulit dilakukan dan membutuhkan keahlian khusus dan biaya yang besar untuk lisensi dan hardware. Pada system RAID anda akan mengenal beberapa macam RAID system, yaitu RAID 0, RAID1, RAID3, RAID4, RAID5, RAID6, RAID1+0 (RAID10). Untuk fitur backup system hanya terdapat pada RAID0, RAID5, RAID6, RAID10. Untuk detail mengenai fitur RAID ini silahkan anda baca pada fitur RAID.
RAID dapat dibagi lagi dalam 2 yaitu Hardware RAID dan software RAID, Untuk fitur Hardware RAID, motherboard server anda harus mendukung PCI64bit (socketnya lebih panjang 2x dari PCI biasa, bukan PCI-X ya) dan tentunya RAID Card dan harddisk. Unntuk Software RAID secara standard didukung oleh OS seperti Windows2000 server, Windows2003Server, Windows2008server dan linux.
RAID0 lebih kita kenal sebagai Mirorring yang artinya dua buah harddisk (atau volume) dimirror sehingga system CPU melakukan dua kali pekerjaan yaitu menulis pada harddisk pertama dan kedua. Data harddisk pertama akan sama dengan data harddisk 2, satu harddisk sebagai master (aktif dan satu harddisk lagi sebagai slave). Jika terjadi kerusakan pada salah satu harddisk maka harddisk yang lain dapat anda pakai sebagai penggantinya. Anda cukup shutdown dan mengantikannya dengan harddisk baru. Kelemahan system ini yaitu akan terjadi downtime sesaat dan system akan terasa lebih lambat karena CPU melakukan dua kali pekerjaan. RAID ini banyak diterapkan pada sysem biasa yang menggunakan harddisk IDE walaupun dapat juga dilakukan pada harddisk SATA atau SCSI.
RAID system yang paling banyak dipakai adalah RAID5 dan RAID6, cara kerja kerja RAID5 dan RAID6 sama yaitu melakukan pembagian file parity ke beberapa harddisk. Minimum harddisk yang diperlukan dengan system ini adalah 3 buah. Anda dapat menambah jumlah harddisk menjadi 5 unit, 7 unit atau 32 unit ( jika cpu anda muat). Kekurangan system ini yaitu anda seakan akan kehilangan 20% dari total harddisk anda karena memang dialokasikan untuk parity file. Jika anda mempunyai 3 unit harddisk 73Gb, maka system hanya menampilkan 140Gb yang seharusnya 210Gb. Pada prosesnya RAID5 dan RAID6 akan menggabungkan 3 buah harddisk ini dalam 1 volume, jadi di system windows hanya akan mengenai 1 buah harddisk sebesar 140Gb. Kelebihan dari system ini yaitu apabila ada salah satu harddisk (mana saja dari 3) yang rusak maka anda hanya perlu melepas satu buah harddisk tanpa mematian system, anda hanya perlu membeli harddisk baru yang plug lagi pada system yang sedang berjalan, RAID akan melakukan partisi, format dan copy file dan parity lagi ke harddisk yang baru. Tetapi tentunya anda harus mempunyai system harddisk Hotplug yang biasanya hanya ada pada harddisk SCSI dan SAS.
Untuk perusahaan yang mempunyai database dan domain system mutlak membutuhkan fitur Online Backup ini untuk meminimize downtime akibat kerusakan hardware. Belilah Server Branded seperti HP, IBM, Dell yang mendukung fitur ini. Jika anda ingin merakit sendiri maka pilihlah motherboard server yang ok seperti Supermicro Server Board, Intel Server Board, Tyan, ASUS dan lainnya yang mendukung SAS atapun SCSI RAID. Jika tidak ingin memakai RAID on motherboard maka anda dapat memilih PCI 64bit ADAPTEC RAID Card www.adaptec.com , LSI www.lsi.com , ATTO www.attoteh.com
OFFLINE BACKUP
Offline backup disini saya maksudkan adalah rutinitas backup data yang dapat dilakukan setiap hari setelah office hour. Data dicopykan ke media storage external seperti harddisk USB atau Firewire ataupun NAS (Network Attached Storage). Backup secara offline dibutuhkan untuk menjamin kebutuhan data yang hilang atau dirubah secara tidak sengaja, dimana backup Online tidak dapat melakukan ini. Pada backup Online hanya dibackup hadwarenya saja dan data pada saat itu, jika anda mengalami kerusakan file ataupun salah edit, anda perlu melakukan Restore dari media backup Offline.
Backup menggunakan external storage haddisk USB banyak kekurangannya yaitu membutuhkan waktu yang sangat lama (USB pelan!), jika data yang akan dibackup sangat besar hal ini jadi sangat tidak effisien. Banyak juga teman-teman IT melakukan backup ini dengan bantuan software seperti Veritas Backup, yang mempunyai fitur membackup dengan metode differensial ataupun incremental. Dengan metode ini akan sangat membantu karena system dengan otomatis membackup hanya pada filebaru atau file yang mengalami perubahan. Sehingga idak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan backup
Solusi NAS lebih baik karena NAS biasanya adalah sebuah komputer terpusat yang mempunyai banyak harddisk (mendukung RAID) dan dapat membackup dengan cepat karena RAID system menulis langsung pada beberapa harddisk sekaligus. Data juga cepat ditransfer dari server dan PC melalui High Speed LAN. Anda dapat mencoba Freenas (www.freenas.org), dan yang cukup canggih lagi khusus untuk backup anda dapat menggunakan software linux embedded BackupRestore www.backup-restore.com
Solusi yang paling tepat untuk Offline Backup ini adalah dengan TAPE backup, dan sampai saat ini masih dipakai oleh perusahaan besar dan banking. Management Tape Backup sudah sudah sangat sempurna, Tape backup mendukung storage yang sangat besar, 1 Tape dapat memuat data hingga 1 Terabyte, menggunakan IO SCSI yang mempunyai kecepatan 160Mbps atau 320Mbps dan didukung oleh Softeware yang sudah cukup dewasa seperti yang paling terkenal ARCSERVE yang sampai saat tulisan saya buat kini sudah versi 12. Dengan Softeware ini dapat dibuat schedule backup setiap hari dengan metode full backup, differencial ataupun incremental. Anda hanya perlu mengganti tape setiap hari. Jika anda ingin penggantian Tape secara otomatis dapat memilih Tape Backup Jukebox Autoloader (Otomatis changing Tape). Tape backup yang dapat anda pakai adalah tanberg EXABYTE, IBM atau HP. Harga Tape Backup 400Gb native backup USD 2,500 sampai USD 3,000.
Untuk software anda dapat memilih ARCSERVER www.ca.com , yang sangat canggih dengan fitur online file backup dimana anda dapat membackup file yang sedang dibuka dan database yang sedang aktif. Harga ARCHSERVE USD 1,900 dan USD 1,100 untuk SQL backup. ARCSERVE juga mendukung Disaster Recovery, dimana anda dapat membackup total system Windows Server dan mengembalikan total system dan konfigurasi jika hardware mengalami kerusakan total. Tape backup hasil backup biasanya disimpan di tempat yang berbeda dengan server, bisanya ditukar dari kantor A ke B, dan dari B ke A misalnya. Ini untuk berjaga jaga jika terjadi force major misalnya kebakaran dan kebanjiran, juga kemalingan yang mengakibatkan data hilang total.
Monday, 6 April 2009
Data Backup System (Updated)
Posted by
Dendy Putra Delly
at
20:27
0
comments
Labels: Back Up dan Restore
Pentingnya Backup Data
Pernah kehilangan data penting yang tersimpan dalam komputer? Bagi Anda yang sudah lama akrab dengan komputer pasti pernah mengalaminya baik yang disengaja maupun tidak. Bingung, gelisah, pasrah, stress, marah adalah beberapa gambaran perasaan saat itu. Ironisnya, sebagian besar kehilangan data tersebut terjadi akibat dari keteledoran dari si empunya komputer.
Backup adalah pekerjaan yang membosankan tetapi memiliki arti yang sangat penting. Seringkali kita lalai melakukan backup karena lupa dan merasa bahwa tidak akan terjadi apa-apa dengan data.
Untuk itu sangatlah disarankan untuk melakukan backup data secara rutin. Yang dimaksud dengan backup data yaitu suatu proses penyalinan data dan menyimpannya ke dalam media lain yang terpisah dari media aslinya. Penyalinan data bisa dilakukan mingguan, bulanan, tahunan tergantung dari banyaknya input data yang terjadi dalam rentang waktu tersebut.
Media yang digunakan untuk melakukan penyalinan data pun banyak macamnya. Ada yang sifatnya sementara, ada pula yang lebih permanen. Backup tidak mesti menggunakan perangkat yang mahal, backup bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan murah. Beberapa konsep backup adalah sebagai berikut:
1. Backup ke komputer lain
Pengkopian data dilakukan dari harddisk (HD) dari komputer satu ke komputer lainnya. Ini mencegah jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dengan komputer atau HD Anda data masih ada tersimpan di komputer lain.
2. Backup dengan media penyimpanan data.
Backup dengan menggunakan media penyimpanan data perlu memperhatikan keawetan dari media tersebut, sebab tidak ada gunanya melakukan backup data ke dalam media yang rentan juga. Media penyimpanan yang paling disukai antara lain:
• CD/DVD
Media backup yang paling disukai dan praktis saat ini adalah CD dan DVD. Hal ini ditunjang dengan makin murahnya harga drive writer CD/DVD serta keping CD/DVD-nya. Satu keping CD dapat menyimpan data sampai dengan 800MB sedangkan satu keping DVD lapis ganda bisa menyimpan data sampai 9 GB. Namun keping CD/DVD digemari oleh jamur sehingga perlu diperhatikan sekali saat melakukan penyimpanan terutama dalam jangka waktu yang lama.
• USB Flashdisk
UFD saat ini sudah sangat umum digunakan sebagai media backup. Harganya yang sangat terjangkau menjadi nilai lebih dari media ini. Sayangnya akhir akhir ini UFD menjadi media yang sangat mudah rusak sehingga mulai tidak dianjurkan digunakan sebagai media backup tetapi lebih ke media untuk transfer data.
• Harddisk External
Harddisk external mulai disukai sebagai media bakcup akhir akhir ini terutama bagi mereka yang membutuhkan media penyimpanan dengan kapasitas besar. Dengan harga yang makin terjangkau, kapasitas penyimpanan data pun kian hari kian meningkat sampai dengan ratusan GB.
3. Backup super canggih
Backup yang canggih membutuhkan investasi yang tidak sedikit, tapi itu sangat dibutuhkan untuk perusahaan besar seperta Bank, Pabrik Besar, Rumah Sakit, Hotel, Airport dan lainnya. Umumnya semua transaksi terpusat di server.
Ada beberapa level backup yang dilakukan, yaitu:
• Mirroring Harddisk
HD pada server selalu dibuat ganda dengan fungsi yang sama seperti kaca. Jika terdapat kerusakan fisik HD yang A maka dengan instan HD B akan mengambil alih fungsinya.
Konsep ini sangat penting untuk industri yang menggandalkan IT sebagai tulang punggung bisnisnya.
• Server Daily Backup
Pada backup skala besar, backup selalu dilakukan oleh server khusus yang disebut Backup Server yang kerjanya hanya membackup data dari server lainnya. Server ini akan menyimpan backup ini ke media Tape Backup, HD atau NAS (Network Access Storage)
• DRC (Disaster Recovery Center)
Ini merupakan backup yang paling ekstrim, dimana kita membackup data ke tempat lain yang secara geografis berbeda wilayah. Misalnya Bank ABC, juga menyimpan data pentingnya di Singapura atau di Amerika melalui VPN (Virtual Private Network) supaya jika terjadi bencana alam yang bias merusak data, bisa dialihkan ke tempat backup tersebut. Bukan hanya data yang diletakkan di sana tetapi juga aplikasi, sehingga kalau benar-benar terjadi kerusakan kita masih bisa menggambil uang di ATM.
Kalau kita benar-benar tidak mau kehilangan data, maka kita bisa memulai membackup data dengan cara yang paling simpel dan murah. Ingat prinsip 3B “Backup Backup Backup”
(dari berbagai sumber Internet)
Posted by
Dendy Putra Delly
at
20:19
0
comments
Labels: Back Up dan Restore
Backup dan Restore
backup and restore data
A. Pengertian Backup dan Restore data
Pada teknologi informasi, backup mengacu pada menyalin data, dimana data tersebut merupakan data salinan yang dapat di restore kembali apabila ada data yang hilang. Data salinan tersebut biasa disebut dengan backup. Backup berguna untuk dua tujuan utama. Pertama, untuk mengembalikan (restore) data yang mengalami kerusakan akibat bencana alam (misalkan banjir, gempa bumi dll). Kedua, untuk mengembalikan file setelah mengalami kesalahan menghapus atau korupsi (Wikipedia, 2007). Para pemakai memahami bahwa korupsi akan terjadi, hard drives akan gagal, motherboards rusak, dan kekeliruan dalam menghapus data. Maka diperlukan backup data (Jones, Daniel, 2007). File yang merupakan salinan dari file-file yang masih aktif dalam database sebagai pelindung/cadangan bila file database rusak/hilang disebut backup file.
B. Metode backup data dan metode manipulasi data
Beberapa metode backup data menurut situs Wikipedia adalah sebagai berikut
1. Menyalin file (copying files)
Membuat salinan file merupakan cara mudah dan banyak digunakan untuk melakukan backup. Hal ini berarti fungsi dasar yang termasuk dalam semua software backup dan semua Sistem Operasi.
2. Mengidentifikasi perubahan (identification of change)
Beberapa filesystem memiliki archive bit untuk masing-masing file yang disebut dengan recently changed (perubahan yang terakhir). Beberapa software melihat dari tanggal dari sebuah file dan memadatkannya (compress) sebagai backup terakhir.
3. Block Level Incremental
Beberapa metode backup yaitu dengan menyimpan blok perubahan di dalam sebuah file. Tetapi hal ini membutuhkan level tinggi antara filesystem dengan software backup.
Metode manipulasi data
Seringkali manipulasi data digunakan untuk mengomptimalkan proses backup. Beberapa manipulasi dapat meningkatkan kecepatan backup, kecepatan restore, keamanan data dan penggunaan media penyimpanan.
1. Kompresi (Compression)
Teknik kompresi merupakan teknik memadatkan data, dan menghemat ruang penyimpanan data. Metode kompresi biasanya tersedia dalam fasilitas tape drive hardware.
2. Duplikasi (Duplication)
Beberapa pekerjaan backup adalah menduplikasi sebuah set penyimpanan media kedua. Hal ini dapat dilakukan dengan menyimpan salinan kedua (a second copy) pada lokasi yang berbeda atau pada media penyimpanan yang berbeda.
3. Enkripsi (Encryption)
Kapasitas tinggi media penyimpanan yang dapat dipindah (removable storage media) memungkinkan data dapat hilang atau dicuri. Namun, enkripsi data dapat menyebabkan proses berjalan lambat, serta tidak efektif untuk data enkripsi.
http://copy-paste-tutorial.blogspot.com/2008/10/mengatasi-si-tukang-copy-paste.html
Posted by
Dendy Putra Delly
at
20:16
0
comments
Labels: Back Up dan Restore
Freeware Recovery data (Portable Applications)
Saat ini recovery data sudah bukan hal yang sulit lagi. Coba kita ingat beberapa tahun lalu, untuk masalah recovery data, mungkin kita harus mendatangi teknisi komputer atau beli software yang tidak murah, kalau ada pun tidak mudah untuk mengoperasikannya. Sebaliknya, sekarang banyak sekali bermunculan software recovery bahkan sebagian gratis, sampai kadang bingung ingin menggunakan aplikasi yang mana
Satu hal yang menggembirakan, bahwa banyak aplikasi recovery yang bersifat portable (Kita tinggal copy paste saja filenya dan bisa langsung jalan dari removable media seperti flash disk, atau tidak perlu proses instalasi yang khusus), sehingga bisa kita letakkan di flash disk dan dibawa kemana-mana. Berikut beberapa software recovery yang bersifat portable dan gratis sehingga tidak ada salahnya kita siapkan di flash disk kita.
Recover Files
Recover Files merupakan recovery software yang dapat digunakan untuk mengembalikan data yang sudah terhapus, baik dari Recycle Bin, network drive, compact flash card, portable drives, dari Window DOS, maupun dari Windows Explorer ketika menghapus dengan menekan tombol Shift.
Recover Files memiliki keunggulan ukuran yang kecil (543 KB), proses scan yang sangat cepat , tampilan yang sederhana dan mudah dipahami serta praktis karena hanya single exe saja. Aplikasi ini biasa berjalan di Windows 95, 98, Me, NT, 2000, XP, 2003, Vista, dan mendukung format partisi NTFS dan FAT.
Download disini
Recuva - File Recovery
Recuva (diucapkan “recover”) merupakan freeware windows utility untuk merestore files yang sudah terhapus dari komputer, termasuk dari Recycle bin, digital camera memory cards atau MP3 players. Dapat juga diakibatkan karena komputer crash, virus dan sebagainya. Seperti Recover files, aplikasi ini juga hanya single exe, tinggal copy paste saja, ukuran juga kecil (494 KB), proses scan juga cepat. Untuk tampilan tidak selengkap Recover files.
Download disini
DataRecovery
DataRecovery merupakan freeware yang dibuat oleh programmer TOKIWA (programmer dari Jepang ) untuk me recovery aplikasi yang telah terhapus, seperti terhapus dari recycle bin. Aplikasi ini hanya single exe, dengan ukuran sekitar 400 KB dan tampilan yang sederhana. Tapi proses scan juga sangat cepat.
Sistem operasi yang didukung
Windows9x/Me/NT4.0/2000/XP/Vista
Fasilitas Utama
Mundukung format FAT12, FAT16,FAT32, NTFS
Undelete NTFS compressed files
undelete EFS encrypted files
Fasilitas wipe out files, untuk menghapus file supaya tidak bisa direcovery lagi
Pencarian sebagian string/text dalam file
Informasi selengkapnya dan download Lihat disini
Itu hanya beberapa saja freeware recovery data. Untuk aplikasi recovery lainnya yang bersifat portable, bisa dilihat disini Freeware Portable Applications
Posted by
Dendy Putra Delly
at
20:06
0
comments
Labels: Back Up dan Restore
Sunday, 30 November 2008
Membuat restore windows dgn Norton Ghost
Membuat restore windows dgn Norton Ghost
Langkah - langkah Membuat Backup Windows / Restore Dgn Norton Ghost
Sering
kali kita mendapat masalah yang tidak terduga dengan PC kita, Yang
Dinamakan System OS sebagai contoh Windows, Kadang-kadang hal-hal yang
tdk terduga terjadi windows kita error, missing file, atau bahkan
rusak.... Kalau install windows memerlukan waktu yang lama kurang lebih
1 - 1.5 jam plus install applikasi-apllikasi lainnya. Apalagi jika
Windows kita Original sudah install ulang, harus activasi via internet,
atau kalau nggak harus backup wpa.dbl sungguh terlalu lama dan
menjengkelkan. Tapi sekarang anda tidak perlu kuatir itu semua bisa kok
ditanggulangi, Sebelum Windows Anda rusak Ada baiknya anda back-up dulu
windows anda atau sering kita sebut dengan istilah Windows Restore.
Dengan ini Anda bisa Membuat Restore Windows ini dengan sangat Cepat
dan mudah, jadi tidak perlu install-install windows lagi jika dikala
windows anda rusak, cukup pake CD Restore windows aja. MUDAH, PRAKTIS
dan CEPAT, Untuk membuat restore windows tersebut dibutuhkan beberapa
software dan hardware :
- Satu Unit PC atau notebook
tentunya yang sudah dilengkapi CD-ROOM jika anda booting lewar CDROOM
atau USB Drive Jika anda Booting Lewat USBBOOT - Software Norton Ghost bisa di download disini
- Beberapa
CD atau DVD Blank, jika nantinya anda ingin menyimpan hasil backup
windows anda di kepingan tersebut, Jika tidak disimpang di harddisk
anda juga bisa, Tapi HARUS DI PARTISI LAIN HARDDISK ANDA, seumpama HDD
anda 2 partisi C dan D maka Restore tersebut disimpan Di Partisi D
Untuk Langkah-langkahnya anda bisa baca di bawah ini atau juga bisa liat gambarnya:
- Masukkan USB Flashdisk Boot Yang Telah dibuat, atau bisa di download di sini
- Booting Komputer dengan menekan power button
- Pilih Boot device Setelah Muncul Tampilan BIOS Dengan Menekan F8, Tergantung dari masing-masing bios PC
- Pilih USB Flashdisk kemudian ENTER
- Klick Tombol OK, Sorot Local ----> Partition ----> To Image
- Pilih Drive 1 dan click OK
- Pilih
Drive yang ingin di backup ( Primary atau Logical ) Untuk membackup
Windows biasanya pilih yang primary dan ini tergantung dari windows
tersebut berada di drive mana ? Primary atau logical --> OK - Tentukan Drive mana untuk menyimpan hasil dari backupan tersebut Beri nama pada file name exp : YC-NISSAN-01 dan click Save
- Muncul dialog " Compress Image file ? " Pilih salah satu dibawah ini :
- No = Point ini tidak akan merubah ukuran file windows sblm di backup
FAST = Mengcompress File dengan Cepat
HIGH = Mengcompress Dgn hasil lebih kecil dari Fast dan hasilnya
lebih
kecil dari file Aslinya ( Cara ini Lebih di anjurkan ) Pemilihan Cara
diatas tidak merubah file windows hanya saja yang berbeda adalah
ukuran File nya Image - Muncul dialog " Procesed with partition image creation ?" Pilih di Look ini ----> D:1.2:[DATA] FAT drive Click Yes
- Tunggu sampai proses selesai 100%
- Setelah Selesai Click Continue
- Click Quit untuk keluar Program Norton Ghost dan kembali ke DOS
- Selanjutnya ke halaman kedua untuk cara-cara merestore windows dengan norton ghost hasil dari backup tadi.
- Masukkan USB Flashdisk Boot Yang Telah dibuat
- Booting Komputer dengan menekan power button
- Pilih Boot device Setelah Muncul Tampilan BIOS Dengan Menekan F8, Tergantung dari masing-masing bios PC
- Pilih USB Flashdisk kemudian ENTER
- Klick Tombol OK, Sorot Local ----> Partition ----> From Image
- Cari file restore windows yang Telah ada dgn extention .GHO
- Pilih Drive Partition dari image file ---> Part 1 [Primary] Kemudian click OK
- Pilih Drive 1 dan click OK
- Pilih Partisi yang akan di restore ( disini pilih PRIMARY )
- Muncul kotak Dialog " Prosses wiyh partition restore?" Click Yes
- Tunggu sampai proses selesai 100%
- Click Continue untuk kembali ke DOS atau Click Reset Computer utk Restart Komputer
Untuk bisa Booting lewat flashdisk yang harus dipersiapkan adalah :
1. Komputer Yang Support Booting Lewat USB
2. Flashdisk ukuran sembarang Minimal 64Mb
3. USBBOOT bisa di download disini
Berisi -- Norton Partisi Magic ( untuk membuat partisi lewat dos )
-- Norton Ghost ( untuk cloning )
4. Software usb Format bisa di download disini
5. Pilih Device --> ini Flash disk anda
6. Pilih FAT32 pada File System
7. Untuk Volume Label Sembarang exp : USBBOOT
8. Pilih Quick Format dan Created a DOS Bootable Disk
9. Cari dimana anda file USBBOOT yang telah diextract tadi
10. Click Start
11. Copy Semua file ke USB anda.. jika muncul dialog "Confirm file replace" Click NO
12. Flashdisk siap dicoba
Untuk lebih jelasnya bisa kunjungi di www.bikien.com
Read More...
Posted by
Dendy Putra Delly
at
14:03
0
comments
Labels: Back Up dan Restore